JANGAN LUPA, SITUS INI UDAH NGGAK DIAKTIFKAN LAGI.
PINDAH ke www.bantenstar.wordpress.com
lebih seru. Ayo, cepet bertamu.

JANGAN LUPA, SITUS INI UDAH NGGAK DIAKTIFKAN LAGI.
PINDAH ke www.bantenstar.wordpress.com
lebih seru. Ayo, cepet bertamu.
Hai, temen-temen, sekarang kami pindah rumah ke www.bantenstar.wordpress.com.
Soalnya di www.gmc07.wordpress.com suka ngadat. Oke yah, kita ketemuan di www.bantenstar.wordpress.com
ditunggu. bawa khong guan, ya!
Saija-Adinda, sebuah film yang bercerita tentang cinta remaja terlarang yang bakal di garap oleh Gong Media Cakrawala (GMC) dan Radar Banten terus menarik perhatian banyak pihak. Nggak terkecuali para musisi muda Banten. Mereka menyambut baik kemunculan even ini. Mereka nggak ragu-ragu ngutarain kalau event ini adalah ajang buat teman-teman band lokal nunjukin ke masyarakat luar Banten kalau anak-anak Banten juga punya kreasi dan kreativitas. Read More…
SUHUD Media Promo sudah sejak duu berkolaborasi dengan Gola Gong. mulai dari semasa bujangan, ketika mereka kere alias no money no cry. Saat itu di era 1980-an, Gong bikin CPTA UDA BANTEN, LisT (Lingkaran Sastra Teater) bersama Toto ST Radik, Banten Pos (taboid khusus pelajar dan mahasiswa, 1993) tabloid Meridian (2000) sampai RUMAH DUNIA. Setiap Gong bikin kegiatan, Andi trisnahadi, direktur SUHUD sealu mendukung segala bentuk percetakan. “Mulai dari liflet hingga digital printing kalo sekarang,” kata Andi.
Sekarang SUHUD tetap mendukung Gong dengan GONG MEDIA CAKRAWALA-nya. “Kita ihat, apakah Gong bisa berbisnis apa nggak. Dia ‘kan keamaan di sosial. Paling bisnisnya nggak jauh juga dari sosial. Buktinya, GMC ini diniatkan untuk mensubsidi Rumah Dunia dan sebagai tempat para relawan prakter berbisnis juga.”
Oleh Gola Gong
Kita sudah tahu, kalau sebuah masyarakat dibilang maju dan beradab terkait dengan budaya literasi (keaksaraan). Di Banten, menurut desas-desus yang bisa dipertanggungjawabkan, angka buta aksara hanya 10 persen dari jumlah penduduknya. Jika penduduk Banten 8 juta jiwa, berarti yang tidak bisa membaca sekitar 800-an jiwa. Lumayan juga. Di Rumah Dunia, ketika awal dibuka untuk masyarakat sekitar tahun 2002, banyak anak yang tidak bisa membaca, padahal anak itu sudah bersekolah di kelas 2 SD. Dari belasan anak yang tidak bisa membaca, kini tinggal seorang anak saja yang belum bisa membaca, walaupun dia kini duduk di kelas 3 SD. Kata teman-temannya, “Dari dulu dia kelas 3 saja, Pak!” Anak itu memang malas jika diajari membaca. Dia memilih lari, jika para relawan Rumah Dunia mengajarinya membaca. Read More…
Oleh Aji Setialkarya Sekarang giliranmu!! Ya, kini sudah saatnya kamu-kamu, anak muda Banten untuk nunjukin gigi kalau kamu juga punya potensi dan kemampuan. Ini giliranmu! Buat nunjukin kalau kamu sebagai anak muda Banten punya kreasi dan inovasi. Ini Giliranmu! Kalau anak muda Banten nggak hanya bisa menghayal menjadi artis atau hanya menjadi penonton aja. Ini giliranmu!! Anak Muda Banten juga ternyata bisa jadi pemain film, jadi model atau bintang sinetron dan iklan. Banten Star, adalah giliranmu.
POTENSI LOKAL
Kekuatan
kota besar dengan berbagai fasilitasnya yang serba lengkap dan mewah seperti DKI Jakarta, misalnya banyak menutup potensi lokal daerah yang sebenarnya punya kemampuan yang sama. Nggak hanya kekuatan ekonomi dan politik aja yang tersedot ke pusat. Tapi juga dunia akting dan perfilman. Kalau kita saksiiin di televisi, hampir semua aktor dan aktris kebanyakan muncul dari
Jakarta. Ini bermuara pada terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh daerah.
Nah, diawali oleh latar belakang itulah Gong Media Cakrawala (GMC), memunculkan sebuah konsep yang diberi nama Banten Star (BS). BS atau dalam bahasa Indonesianya berarti Bintang Banten adalah sebuah event buat mencari anak muda Banten yang berbakat dalam bidang acting baik seni model atau perfilman. “Tentu saja selain itu anak muda tersebut kreatif, kritis dan inovatif. Terakhir adalah jujur,” kata Heri Hendrayana Harris, direktur GMC. Menurut Heri, BS adalah sebuah ajang untuk menggali potensi muda lokal yang selama ini sudah tertutup oleh kekuatan
Jakarta. “Mudah-mudahan dengan Banten Star, anak-anak muda Banten nggak
Jakarta centris. Karena bakal punya bintang sendiri,”ujar Heri Hendrayana.
Cita-cita GMC untuk nyiptain Banten Star ini emang bukan tanpa alasan. Di Banten, sebenarnya punya banyak potensi. Buktinya, nggak sedikit anak muda Banten yang sukses menjadi model atau artis yang populer. Nggak bisa dipungkiri, “kemewahan” fasilitas yang tersedia di
Jakarta telah menarik “bibit” daerah yang punya naluri dan bakat seni tinggi. Kemunculan Banten Star ini mendapat respon dari dunia entartainment dan periklanan di Banten. Menurut Annisa Ratnasari, peraih sepuluh besar Putri Indonesia Banten. “Banten Star adalah peluang bagi anak muda buat menggali minat mereka dalam seni model atau akting.”
Keuntungan dari sisi iklan diutarakan oleh Andi Trsinahadi, Direktur Suhud Mediapromo. Menurut Andi, kemunculan Banten Star ini bakal menjadi value buat periklanan di Banten yang selama ini masih rendah. Andi yang sudah lama bergelut di bidang iklan mengutarakan kalau dirinya sebagai pembisnis iklan sangat tertarik. “Hal-hal yang kreatif seperti ini tentu saja menarik para pengiklan,” ujar Andi. Sementara MW Fauzi, yang ngegawangin Radar Yunior semenjak awal berdirinya, ngungkapin dukungannya sama event Banten Star ini.
Respon yang positif juga datang dari para pelaku Event Organizer. Salah satunya dari Koordinator Umum Kavlink Production, Erik Islami. Menurutnya Banten Star bagus buat menggali potensi lokal “Apalagi ada follow up-nya dari Banten Star ini. Jalan terus, maju!”
AUDISI UNTUK BINTANG FILMBuat memilih sosok idola yang bakal menjadi icon Banten maka dibutuhin berbagai rangkaian acara buat melihat kemampuan orang-orang yang punya minat. Dengan begitu bisa menjaring orang yang benar-benar punya sens di bidang akting dan panggung. Maka, GMC yang udah menjalin kerjasama dengan berbagai macam media cetak dan elektronik (radio) bakal ngadain audisi yang akan berlangsung selama 4-6 Agustus nanti. Karena ini ajang buat anak muda, maka hanya dibuka untuk kamu yang berusia 15-23 Tahun. Syarat lainnya adalah kamu punya minat yang tinggi terhadap film dan suka membaca buku. Paling nggak buku-buku sastra. Untuk pendaftarannya mulai dibuka Senin, 10 Juli 2006. Murah kok, cuma 100 ribu. Kamu bisa ngedapatin formulir dari media partner GMC. Misalnya Radio Harmony FM, Dimensi FM, Power Hitz, Suhud Mediapromo. Atau kamu datang langsung ke redaksi Radar Banten. Kalau di Cilegon, kamu bisa datang ke Radio Top FM Cilegon.
Seperti yang udah dipaparin di Radar Yunior (3/7), sepuluh finalis Banten Star bakal menjadi bintang film yang bertemakan cinta terlarang yang berjudul Saija-Adinda. Ke sepuluh finalis itu merupakan hasil poling yang diselenggarakan di Harian Radar Banten dan radio partner GMC. Setelah pooling, sebelum pelaksanaan shooting akan ada penganugrahan bintang utama dari kesepuluh pasangan itu di hotel sekitar Banten. Pada penganugrahan ini bakal diundang artis-artis ibu
kota.
Baru sekitar awal September bakal dilaksanain shootingnya. Adapun rencana pemutarannya, mengingat bioskop di Banten masih terbatas, maka film yang bakal jadi format dvd berdurasi 60 menit ini bakal diputar secara indie lable di berbagai
kota di Banten.
Film Saija-Adinda bercerita tentang cinta terlarang kedua muda-mudi karena konflik orangtuanya yang sudah berlangsung lama. Saija yang orangtuanya wartawan ternyata tidak direstui oleh ibunya untuk memadu cinta dengan Adinda, yang bapaknya seorang jawara kaya yang pernah membuat ibunya berang di muka umum. Skenario itu sendiri sedang digarap oleh Qizink La Aziva, yang pernah membuat skenario serial drama religius Ujang Santri yang diproduksi dan ditayangin RCTI. Manajemen produksinya sedang di godok oleh GMC. Adapun sutradaranya bakal ngedatangin dari
Jakarta. Semuanya sudah siap. Banten Star, Ini giliranmu!! (Ajie)
Bukan omong kosong kalau Banten Star (BS) menggali potensi lokal. Setelah 8 band indie Banten Activa, Teemsar, Suck It, Oryza, Softlensa siap ngedukung dalam pembuatan album kompilasi soundtrack Saija-Adinda kini dukungan datang dari sektor usaha makanan dan restoran, dan pakaian meskipun masih berupa barter bareng. Restoran dan rumah makan “S” Rizky, misalnya, udah bersedia nyediaan restorannya buat acara audisi Banten Star yang bakal digelar pada 26-27 Agustus nanti. Read More…
Minggu, 17 Sept lalu, 7 finalis Banten Star yang bergabung di kelas film RUMAH DUNIA, syuting drama relijius Ujang Santri, tayangan HIKMAH FAJAR RCTI, setiap Minggu jam 05.00 pagi. Ketujuh finalis Banten Star itu adalah Ridea Chitra (no 03), Aldila Permana Putra (no 04), Selvy Dijah Sutarya (no 05), Anton Chandra (no 06), Novie Krisnawati Sunjaya (no 13), dan Abdul Gofur (no 14) dengan sangat antusias menyambut kegiastan ini. ”Wah, belum juga menang polling, udah diajak syuting! Diihonorin lagi!” kata Ridea. Read More…
ekarang giliran wong Banten bikin fim! Mulai sekarang, ekspresikan bakat dan darahmu yang menggelegak dalam bentuk film. Durasinya bisa 15 menit hingga 30 menit. Tentang apa saja asal jangan isu SARA (suku, agama, ras, dan ographi). Jika sudah selesai, nggak usah bingung, daftarkan filmmu ke GMC atau Banten raya Post. Gratis. Nanti kamu akabn jadi narasumber di Flm Festifal banten yang akan tayang di BANTEN TV! Ayo, bikin film!
Film saija Adinda yang rencananya akan dibuat GMC sudah banyak ditanyakan orang-orang. radar banten yang menjadi mitra sering mendapatkan pertanyaan seperti itu. “Kapan film saija Adinda dibuat?’” ibu dari Anggi Rospidia, ratu Banten Star 1, menirukan pertanyaan teman-teman putrinya.
Pihak GMC yang diwakili Piter Tamba, menjer oerasional GMC, menjelaskan bahwa membuat film itu tidak gampang. “Sekarang masih pra-produksi. Mulai dari penulisan skenario yang dikejakan Aji Setiakarya hingga hunting lokasi. Terutama pencarian dana.” roosal Saija Adinda sudah sampai di Sampoerna foundation. Piter menambahkan, “Teman Mas Gong, Aendra H. Medita namanya, membantu kami dengan membawa roosal ke sampoerna foundation Di Serang, sulit sekali. Doakan saja Sampoerna Foundation mau membantu kita yang di daerah.”
Tai, keduapuluh Banten Star tidak disia-siakan oleh GMC. “Mereka diikkutkan di syuting Ujang santri dan Cafe Soleh di RCTI, ikut embuat demo sitkom Sueb Juragan Muda dan intu surga di RCTI. doakan saja mereka ada yang lolos,” Piter bercerita. “Mereka diberi honor, lho.” Bahkan di film pendek garapan bareng Rumah dunia, mereka dilibatkan. “nton Chandra jadi emeran Sapit di film PADI MEMERAH, yang ceritanya diambi dari kumpulan cerpen PADI MEMERAH karya Aji Setiakarya.”
Jadi, sabar ya, wongbanten. Doakan saja kami. Semoga lancar.